Persebaya Surabaya Fokus Benahi Pertahanan Jelang Hadapi Persita Tangerang

SURABAYA – Koordinasi di lini pertahanan Persebaya Surabaya jadi perhatian pelatih Bernardo Tavares jelang pekan ke-26 Super League 2025-2026. Ia fokus membenahi kekurangan tersebut jelang menghadapi Persita Tangerang.
Persebaya akan bersua dengan Persita dalam lanjutan Super League 2025-2026. Pertandingan itu akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 4 April 2026.
Sejak menjalani debut bersama Persebaya pada 10 Januari, Tavares mencatatkan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Catatan tersebut menunjukkan performa yang cukup kompetitif, meski masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah di berbagai sektor.
Dari sisi produktivitas, lini depan Persebaya sebenarnya tampil cukup tajam dengan koleksi 15 gol. Namun, ketajaman tersebut belum diimbangi dengan kekuatan lini belakang yang mampu menjaga konsistensi permainan tim.
Dalam periode yang sama, gawang Persebaya juga telah kebobolan 15 gol. Kondisi ini memperlihatkan keseimbangan antara menyerang dan bertahan belum berjalan optimal di dalam tim.
Puncak masalah terlihat saat Persebaya takluk dengan skor telak 1-5 dari Borneo FC Samarinda pada 7 Maret 2026. Kekalahan itu menjadi sorotan karena memperlihatkan rapuhnya koordinasi lini belakang, terutama dalam mengantisipasi serangan lawan.
2. Pembenahan Garis Pertahanan
Pria asal Portugal itu menegaskan fokus latihan saat ini diarahkan pada pembenahan prinsip garis pertahanan serta mekanisme bermain ketika tim menguasai maupun kehilangan bola. Tavares ingin timnya mampu menjaga struktur permainan agar tidak mudah ditembus, terutama saat transisi.
Selain memperbaiki sektor pertahanan, pelatih berusia 44 tahun itu juga tetap memberikan perhatian pada lini serang. Tavares menilai efektivitas saat menguasai bola tetap penting untuk menjaga tekanan terhadap lawan sepanjang pertandingan.
Eks pelatih PSM Makassar itu berharap para pemain, termasuk Reva Adi dan rekan-rekannya, mampu memahami instruksi taktik dengan baik. Ia menekankan pentingnya pemahaman ruang dan disiplin posisi agar tim dapat tampil lebih stabil sepanjang laga.